Pendampingan Melanjutkan ke Perguruan Tinggi oleh Guru BK

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan akademik peserta didik. Pada tahap ini, siswa dihadapkan pada berbagai pilihan, mulai dari perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS), hingga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Agar siswa tidak salah langkah, diperlukan pendampingan yang intensif dan terarah dari Guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Peran Guru BK dalam Pendampingan Studi Lanjut

Guru BK memiliki peran strategis dalam membantu siswa merencanakan studi lanjut sesuai dengan minat, bakat, dan potensi diri. Pendampingan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga kesiapan mental dan perencanaan masa depan.

Peran Guru BK antara lain:

  • Membantu siswa mengenali minat, bakat, dan kemampuan
  • Memberikan informasi lengkap tentang PTN, PTS, dan PTKIN
  • Membimbing siswa memilih jurusan dan perguruan tinggi
  • Memberikan motivasi dan penguatan kepercayaan diri
  • Mendampingi proses pendaftaran dan administrasi

Pendampingan Memilih PTKIN

Bagi siswa madrasah, PTKIN menjadi salah satu pilihan utama karena memadukan ilmu keislaman dan keilmuan umum. Guru BK memberikan pendampingan khusus terkait:

  • Pengenalan jenis dan karakteristik PTKIN
  • Informasi jalur masuk seperti SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, dan jalur mandiri
  • Kesesuaian jurusan dengan minat dan prospek lulusan

Beberapa contoh PTKIN yang sering menjadi tujuan siswa antara lain:

  • UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • IAIN Syekh Nurjati Cirebon
  • UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Bentuk Kegiatan Pendampingan oleh Guru BK

Pendampingan studi lanjut dilakukan melalui berbagai layanan, di antaranya:

  1. Bimbingan kelompok tentang pilihan perguruan tinggi
  2. Konseling individu bagi siswa yang masih ragu
  3. Sosialisasi jalur masuk PTN, PTS, dan PTKIN
  4. Pendampingan pengisian akun dan pendaftaran online
  5. Koordinasi dengan wali kelas dan orang tua siswa

Manfaat Pendampingan bagi Peserta Didik

Dengan adanya pendampingan dari Guru BK, siswa memperoleh manfaat sebagai berikut:

  • Lebih mantap menentukan pilihan perguruan tinggi
  • Memahami jalur masuk PTKIN secara jelas
  • Mengurangi risiko salah memilih jurusan
  • Memiliki perencanaan masa depan yang lebih terarah

Penutup

Pendampingan melanjutkan ke perguruan tinggi oleh Guru BK, termasuk ke PTKIN, merupakan bentuk layanan penting dalam membantu peserta didik meraih masa depan yang lebih baik. Melalui bimbingan yang tepat dan berkelanjutan, diharapkan siswa mampu melanjutkan pendidikan sesuai dengan potensi diri, nilai keislaman, dan cita-cita yang ingin dicapai.

Kisi-Kisi Ujian Madrasah (UM) 2026 Madrasah Aliyah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Halo, seluruh siswa-siswi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Syamsul Huda! Tidak terasa perjalanan kalian di madrasah ini sudah mendekati babak akhir. Untuk membantu kalian meraih hasil terbaik dalam Ujian Madrasah (UM) Tahun Ajaran 2025/2026, kami merangkum poin-poin penting dari kisi-kisi resmi (KEPDIRJEN 3302) untuk mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab.

Berikut adalah ringkasan materi esensial yang harus kalian kuasai:

1. Al-Qur’an Hadis

Materi ini menuntut pemahaman mendalam tentang sumber hukum Islam. Fokuskan belajar kalian pada:

  • Sejarah Al-Qur’an: Definisi menurut ulama, sejarah turunnya, hingga proses kodifikasi di masa Khulafaurasyidin.
  • Ilmu Hadis: Penguasaan unsur-unsur hadis (sanad, rawi, matan) serta fungsi hadis terhadap ayat Al-Qur’an.
  • Ayat Pilihan: Pelajari tafsir ayat tentang manusia sebagai khalifah, kewajiban menuntut ilmu, etika di era digital, dan pelestarian lingkungan.

2. Akidah Akhlak

Ujian ini akan mengukur pemantapan tauhid dan karakter. Poin utamanya adalah:

  • Sifat Allah & Asmaul Husna: Membedakan sifat wajib, mustahil, dan jaiz, serta cara meneladani nama-nama Allah dalam keseharian.
  • Akhlak Terpuji vs Tercela: Pendalaman konsep hikmah, ‘iffah, syaja’ah, dan ‘adalah. Serta analisis dampak negatif penyakit hati seperti hubbu ad-dunya, hasad, dan sombong.
  • Tasawuf: Mengenal tingkatan spiritual (syariat, tarikat, hakikat, makrifat) dan inti ajaran dari tokoh-tokoh sufi besar seperti Imam Al-Ghazali.

3. Fikih & Ushul Fikih

Kalian diharapkan mampu menerapkan hukum Islam dalam konteks modern:

  • Ibadah & Muamalah: Ketentuan zakat profesi, wakaf, perbankan syariah, hingga etika transaksi online.
  • Hukum Keluarga: Detail mengenai pernikahan, talak, rujuk, serta pembagian waris (faraid).
  • Ushul Fikih: Memahami sumber hukum yang disepakati (muttafaq) dan tidak disepakati (mukhtalaf), serta kaidah-kaidah fikih (Qawa’idul Fiqhiyyah).

4. Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

Mari meneladani sejarah perjuangan umat:

  • Dakwah Rasulullah: Strategi periode Mekah-Madinah dan relevansi Piagam Madinah di masa kini.
  • Daulah Islam: Kejayaan Daulah Umayyah, Abbasiyah, hingga Daulah Utsmani, Mughal, dan Syafawi.
  • Islam Nusantara: Teori masuknya Islam ke Nusantara, peran kerajaan Islam, dan strategi dakwah Wali Sanga.

5. Bahasa Arab

Ujian Bahasa Arab akan menguji kemampuan literasi kalian:

  • Tema: Perkenalan, keluarga, hobi, profesi, wisata, kesehatan, hingga teknologi informasi.
  • Gramatikal (Qawaid): Pemahaman tentang dhomir, adawatul istifham, fi’il madhi/mudhori/amr, hingga konsep na’at man’ut dan idhafah.

Tips Belajar Efektif ala MA Syamsul Huda:

  1. Cek Indikator: Fokuslah pada kolom “Indikator” di dokumen kisi-kisi. Pertanyaan ujian biasanya tidak akan jauh dari narasi indikator tersebut.
  2. Belajar Berkelompok: Diskusikan materi Fikih atau SKI bersama teman untuk memperkuat ingatan.
  3. Latihan Soal: Perbanyak mengerjakan bank soal dari tahun-tahun sebelumnya, terutama untuk soal-soal hitungan waris (Fikih) dan gramatikal (Bahasa Arab).
  4. Menjaga Kesehatan & Ibadah: Jangan lupakan shalat tahajud dan dhuha. Mintalah doa restu kepada orang tua dan guru agar diberikan kemudahan dalam menjawab soal.

Semangat belajar, pejuang masa depan! Kami percaya kalian bisa memberikan yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga, dan madrasah tercinta.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Unduh dokumen lengkap Kisi-Kisi melalui link berikut: Link Download PDF

Panduan Lengkap POS Ujian Madrasah (UM) Tahun Ajaran 2025/2026

Halo Keluarga Besar MA Syamsul Huda!

Menjelang akhir tahun pelajaran 2025/2026, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah resmi menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 751 Tahun 2026 tentang Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Madrasah (UM).

Ujian Madrasah merupakan momen penting bagi seluruh siswa kelas akhir di jenjang MI, MTs, maupun MA sebagai salah satu syarat penentuan kelulusan. Agar persiapan kita semakin matang, mari simak poin-poin penting dari POS UM 2026 berikut ini.

Apa itu Ujian Madrasah (UM)?

Ujian Madrasah adalah ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan (madrasah) berupa penilaian sumatif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan.

Jadwal Pelaksanaan Ujian Madrasah 2026

Berdasarkan regulasi terbaru, berikut adalah rentang waktu pelaksanaan UM untuk masing-masing jenjang:

Jenjang PendidikanRentang Waktu Pelaksanaan
Madrasah Aliyah (MA)02 Maret s.d. 18 April 2026
Madrasah Tsanawiyah (MTs)20 April s.d. 16 Mei 2026
Madrasah Ibtidaiyah (MI)20 April s.d. 16 Mei 2026

Catatan: Jadwal spesifik di MA Syamsul Huda akan diumumkan kemudian oleh pihak panitia ujian madrasah.

Bentuk dan Materi Ujian

Madrasah diberikan wewenang untuk menentukan bentuk ujian yang paling efektif untuk mengukur kompetensi siswa. Bentuk ujian dapat berupa:

  • Tes Tertulis (Berbasis Komputer atau Kertas)
  • Praktik
  • Portofolio
  • Penugasan
  • Bentuk kegiatan lain yang ditetapkan madrasah.

Untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, materi ujian mengacu pada kisi-kisi yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI. Sedangkan untuk Mata Pelajaran Umum, materi mengacu pada kurikulum nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Syarat Kelulusan Peserta Didik

Berdasarkan BAB VI POS UM, siswa dinyatakan lulus dari madrasah apabila memenuhi kriteria minimal sebagai berikut:

  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dari kelas awal hingga kelas akhir.
  2. Mengikuti Ujian Madrasah (UM) yang diselenggarakan oleh madrasah.
  3. Kriteria lain yang ditentukan melalui rapat dewan guru di madrasah.

Tanggal Penting Pengumuman Kelulusan

Pastikan kalian mencatat tanggal perkiraan pengumuman kelulusan berikut:

  • MA/MAK: Dijadwalkan pada 04 Mei 2026
  • MI dan MTs: Dijadwalkan pada 02 Juni 2026

Tips Sukses Menghadapi UM 2026

  1. Pelajari Kisi-kisi: Fokus pada materi yang sering muncul dan kuasai konsep dasarnya.
  2. Jaga Kesehatan: Tubuh yang fit sangat mendukung konsentrasi saat mengerjakan soal.
  3. Latihan Mandiri: Manfaatkan waktu luang untuk mengerjakan latihan soal atau try out.
  4. Tetap Berdoa: Usaha maksimal harus dibarengi dengan doa agar diberikan hasil yang terbaik.

Mari kita persiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk meraih hasil yang membanggakan. Semangat berjuang untuk seluruh siswa-siswi MA Syamsul Huda!

Untuk informasi lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan di sekolah kita, pantau terus mading sekolah dan grup informasi resmi madrasah.

Salam Sukses, Redaksi Web MA Syamsul Huda

Download POS Ujian Madrasah (UM) Tahun Ajaran 2025/2026

Jadwal Kegiatan Ramadhan 1447H/2026M

Berikut ini penyesuaian jadwal berkaitan bulan Ramadhan 1447H

Pembelajaran Mandiri (Di Luar Madrasah)

Tanggal : 18 – 21 Februari 2026

Siswa belajar secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, atau masyarakat sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Madrasah. Siswa tidak datang ke Madrasah.

Pembelajaran Ramadan di Madrasah (KBM Efektif)

Tanggal : 23 Februari – 14 Maret 2026

Siswa kembali masuk ke Madrasah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dan kegiatan amaliah Ramadan. Berikut ini perubahan jam belajar mengajarnya.

No.WaktuKeterangan
107.30-08.00Jam Pelajaran Ke-1
208.00-08.30Jam Pelajaran Ke-2
308.30-09.00Jam Pelajaran Ke-3
409.00-09.30Jam Pelajaran Ke-4
509.30-10.00Jam Pelajaran Ke-5
610.00-10.30Istirahat
710.30-11.00Jam Pelajaran Ke-6
811.00-11.30Jam Pelajaran Ke-7
911.30-12.00Jam Pelajaran Ke-8
1012.00-12.30Jam Pelajaran Ke-9

Mari kita isi bulan suci Ramadan dengan penuh keimanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Seluruh warga MA Syamsul Huda diimbau untuk melaksanakan ibadah puasa, salat, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan Ramadan lainnya sesuai dengan jadwal imsakiyah.

Brosur SPMBM 2026/2027

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Kabar gembira bagi Bapak/Ibu yang sedang mencari sekolah setingkat SMA dengan lingkungan yang agamis dan modern. Madrasah Aliyah (MA) Syamsul Huda Kedungreja kini telah membuka pendaftaran murid baru untuk tahun ajaran 2026/2027.

Kenapa memilih kami?

  • Pendaftaran GRATIS.
  • Bebas Uang Gedung.
  • Akreditasi B dengan fasilitas penunjang yang memadai.
  • Membentuk karakter yang Modern, Agamis, Juara, dan Unggul (MAJU).

Cara Daftar: Cukup scan QR Code yang tertera pada brosur atau hubungi kami via WhatsApp di nomor 0812-2409-5867.

Mari bergabung bersama keluarga besar MA Syamsul Huda!

MA Syamsul Huda Memasuki Dasawarsa Kedua

Waktu
Waktu terus berjalan dan berlalu, tak terasa MA Syamsul Huda kini memasuki “usia dewasa” yakni, sembilan belas tahun. Artinya dasawarsa kedua sedang dimasuki. Sesuai catatan internal madrasah, lembaga pendidikan ini didirikan dan diresmikan pada Ahad Wage, 15 Jumadil Ula 1427 H/11 Juni 2006 oleh Romo KH. Chasbullah Badawi selaku ketua dewan masyayikh dan saat itu ketua yayasan dipegang oleh KH. Syuhud Mohshon, Lc., M.H. dalam sebuah musyawarah pendirian yang dihadiri tokoh-tokoh agama dan masyarakat. Kini kedua tokoh utama tersebut dan beberapa pendiri telah berada di alam baqa’. Semoga madrasah ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir sampai di hari akhir. Amin.

Syukur
Alhamdulillahi Rabil ‘alamiin, sebuah ungkapan syukur dan puji pada Alloh ta’ala Yang Maha Kuasa yang telah memberikan banyak keberkahan, kekuatan dan pertolongan pada semua pihak yang terlibat baik dewan guru, tenaga kependidikan, Yayasan Perwakilan, Yayasan Pusat bahkan peserta didik, alumni dan wali murid dan masyarakat.
Lembaga pendidikan sebagai sebuah amal usaha dan upaya manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan tentu telah mengalami berbagai tantangan, hambatan, keberhasilan dan bahkan kegagalan. Maka penting kiranya untuk melakukan refleksi.

Refleksi
Refleksi merupakan proses introspeksi dan evaluasi diri terhadap pengalaman, peristiwa, kejadian, dan pilihan yang telah diambil selama sembilan belas tahun. Melalui refleksi refleksi setidaknya ada tiga langkah yang bisa dilakukan. Pertama, mengingat kembali pengalaman hidup, baik positif maupun negatif. Kedua, mengggali pengalaman untuk memahami pelajaran dan hikmah yang dapat diambil. Ketiga, mengambil pelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan diri dan membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.

Refleksi dapat membantu pemangku kepentingan (stakeholders) untuk melakukan beberapa hal : Pertama, mengembangkan kesadaran tentang kekuatan, kelemahan, dan tujuan hidup. Kedua, mengatasi masalah dan kesulitan dengan lebih baik. Ketiga, membuat keputusan yang lebih baik dan tepat. Keempat, meningkatkan kualitas lembaga dengan memahami nilai-nilai dan prioritas yang lebih baik.

Harapan dan tantangan
Harapan dan tantangan bagi madrasah di usia ke-19 tahun bisa sangat bervariasi tergantung pada visi dan misi madrasah. Namun, berikut beberapa harapan dan tantangan yang mungkin bisa dijelas-perincian penulis di bawah ini.

Harapan
Ada banyak harapan yang bisa diraih antara lain pertama, peningkatan kualitas pendidikan. Madrasah dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran untuk mencetak generasi yang lebih baik. Kedua,
pengembangan sarana dan prasarana. Madrasah dapat meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung proses belajar mengajar. Ketiga, peningkatan partisipasi masyarakat: Madrasah dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pendidikan dan kegiatan sosial. Keempat, pengembangan karakter siswa. Madrasah dapat mengembangkan karakter siswa yang baik, seperti akhlak mulia, disiplin, dan tanggung jawab.

Tantangan
Ada sekian banyak tantangan yang dihadapi oleh madrasah sebagai sebuah lembaga pendidikan, antara lain pertama, peningkatan kualitas guru. Madrasah perlu meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kedua, pengembangan kurikulum. Madrasah perlu mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman dan masyarakat. Ketiga peningkatan fasilitas. Madrasah perlu meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana untuk mendukung proses belajar mengajar. Keempat, menghadapi perubahan zaman. Madrasah perlu siap menghadapi perubahan zaman dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan syukur, refleksi dan memahami harapan dan tantangan, madrasah dapat membuat rencana strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Dirgahayu Selamat Hari Lahir ke 19.

Wallou a’lam.
Kedungreja, Rabu Wage, 14 Dzulhijjah 1446H/11 Juni 2025.

(Catatan ungkapan syukur dan refleksi)
Oleh : MUN’IMUL HUDA

Pengumuman Kelulusan

Dengan hormat,

Kami informasikan bahwa pengumuman kelulusan akan disampaikan pada hari Senin, 5 Mei 2025. Surat keterangan kelulusan dapat diambil oleh orang tua/wali murid di madrasah.

Adapun surat undangan pengumuman kelulusan akan kami informasikan kemudian.

Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

Hormat kami, [Bagian Administrasi]

black click pen on white paper

Hasil seleksi SPAN PTKIN

Selamat dan Sukses! Kami mengucapkan selamat kepada peserta didik kelas XII yang berhasil masuk perguruan tinggi melalui jalur SPAN PTKIN. Kalian adalah kebanggaan kami, dan semoga perjalanan akademik kalian penuh dengan keberhasilan dan kebahagiaan.

Berikut adalah nama-nama yang dinyatakan LULUS:

  1. Syiefa Alviatun Ni’mah Program Studi: Hukum Tata Negara Universitas: UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  2. Noviantika Program Studi: Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Universitas: UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  3. Chesea Riskiana Putri Program Studi: Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Universitas: UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  4. Dhita Ananda Siswoyo Program Studi: Pendidikan Bahasa Arab Universitas: UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  5. Nely Nurul Afifah Program Studi: Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas: UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  6. Zakiyah Program Studi: Tadris Matematika Universitas: UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Semoga prestasi ini menjadi awal dari kesuksesan besar di masa depan. Kami bangga memiliki siswa-siswi seperti kalian. Teruslah belajar dan berjuang untuk masa depan yang gemilang.

Bolehkah Puasa mBeduk?

Puasa sebuah ritual yang tak asing bagi kita semua selaku muslim. Sejak kecil setiap kita hampir pasti sudah dikenalkan bahkan menjalani ritual puasa. Masih segar dalam ingatan kita, saat itu kira-kira kelas satu atau dua sekolah dasar (madrasah ibtidaiyah) sudah berpuasa. Namanya puasa beduk. Ya, puasa betulan tapi jika sudah ada bunyi beduk Dzuhur di masjid atau musholla maka boleh makan berbuka puasa. Lalu dilanjutkan puasa lagi sampai Maghrib. Ternyata ajaran berlatih puasa bagi anak-anak jika menelisik hadis sudah ada sejak zaman Rasulullah Saw. Berikut ini hadisnya :

عَنْ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ قَالَتْ أَرْسَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَليَصُمْ قَالَتْ فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا وَنَجْعَلُ لَهُمْ اللُّعْبَةَ مِنْ الْعِهْنِ فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الإِفْط

Artinya, “Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata bahwa suatu pagi di hari Asyura’, Nabi SAW mengutus seseorang mendatangi salah satu kampung penduduk Ansor untuk menyampaikan pesan, ‘Barangsiapa yang pagi hari telah makan, maka hendaknya ia puasa hingga Maghrib, dan siapa yang pagi ini berpuasa maka lanjutkan puasanya.’ Rubayyi’ berkata, kemudian kami mengajak anak-anak untuk berpuasa, kami buatkan bagi mereka mainan dari kain. Jika mereka menangis, maka kami beri makanan itu, begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka,” (Lihat Ibnu Hajar Al-‘Asqallani Asy-Syafî’i, Fathul Bârî Syarh Shahîhil Bukhâri, juz IV, hal 201).

Meskipun puasa beduk sudah lama kita dengar bahkan diajarkan oleh orang tua kita dan juga kita memberlakukan hal yang sama pada anak-anak kita. Tentu ini secara spesifik tak ada dasarnya dalam Islam. Namun demikian , ingat ! tak ada pula larangan. Oleh karena itu puasa beduk bagi anak-anak hukumnya boleh, sesuai kaidah :

الأصل في الأشياء الإباححة حتى يدل الدليل على التحريم

“Pada dasarnya segala sesuatu boleh sampai ada dalil yang melarang “

Maklum bagi kita bahwa hakikat waktu puasa dimulai dari Subuh hingga Maghrib tiba. Maka puasa beduk atau puasa setengah hari hukumnya haram bagi orang dewasa, sebab ia jelas membatalkan puasa bukan pada waktunya, kecuali ia memiliki uzur syar’i yang membolehkannya berbuka.

Sebagaimana yang disebutkan dalam kita Al-Muhadzzab Imam As-Syairazi:
 

وَيُحْرَمُ عَلَى الصَّائِمِ الْأَكْلُ وَالشُّرْبُ لِقَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ (البقرة 187)

Artinya, “Diharamkan makan minum bagi orang yang berpuasa, karena firman Allah SWT, ‘Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam (waktu fajar), kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang waktu malam.’” (Lihat Abu Ishaq Ibrahim bin ‘Ali Yusuf As-Syairazy, Al-Muhadzzab fî Fiqhis Syafi’i, juz I, hal 331).

Namun bagaimana jika puasa setengah hari diperuntukkan bagi anak-anak sebagai sarana pendidikan baginya, supaya di kemudian hari ia dapat berpuasa sehari penuh.

Dalam Al-Muhadzzab disebutkan:

وَأَمَّا الصَّبِيُّ فَلَا تَجِبُ عَلَيْهِ لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَبْلُغَ وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يُفِيْقَ). وَيُؤْمَرُ بِفِعْلِهِ لِسَبْعِ سِنِيْنَ إِذَا أَطَاقَ الصَّوْمَ وَيُضْرَبُ عَلَى تَرْكِهِ لِعَشْرٍ قِيَاساً عَنِ الصَّلاَة


Artinya, “Adapun anak kecil, maka tidak wajib baginya berpuasa, karena ada hadis Nabi SAW, ‘Kewajiban diangkat dari tiga orang, yaitu anak kecil hingga ia balig, orang yang tidur hingga bangun, orang gila sampai ia sadar.’ Anak kecil berumur tujuh tahun diperintahkan untuk berpuasa apabila ia kuat, dan anak yang sudah berumur sepuluh tahun dipukul jika meninggalkan puasa, diqiyaskan dengan shalat,” (Lihat Abu Ishaq Ibrahim Asy-Syairazy, Al-Muhadzzab fî Fiqhis Syafi’i, juz I, hal 325).

Imam Asy-Syairazi menjelaskan, orang tua mesti memerintahkan anak-anaknya yang sudah berumur tujuh tahun untuk melaksanakan puasa, bahkan memukulnya jika tidak melaksanakan puasa di umur sepuluh tahun karena diqiyaskan pada masalah shalat.

Perihal memukul anak berumur sepuluh tahun yang tidak melaksanakan puasa adalah hasil dari qiyas dengan masalah shalat, yaitu jika anak yang berumur sepuluh tahun meninggalkan shalat, maka boleh ditegur dengan dipukul, tentunya pukulan yang ringan dan tidak menimbulkan luka, yang tujuannya untuk mendidik agar si anak mau melaksanakannya.

Tidak semua anak yang diperintahkan orang tuanya untuk berpuasa kuat melaksanakan puasa sehari penuh, semua butuh proses. Melihat redaksi Imam Asy-Syairazi di atas, “apabila kuat” maka mengindikasikan bahwa menjalankan proses puasa dengan bertahap, dari setengah hari kemudian sehari penuh, adalah boleh karena anak kecil belum terkena taklif, namun dibarengi penjelasan bahwa hakikat waktu puasa adalah sampai waktu terbenamnya matahari atau azan Maghrib tiba.

Kita bisa juga meniru salah satu sahabat Nabi dalam mendidik anaknya untuk membiasakan puasa sejak dini, disebutkan dalam hadits di atas.

Wallahu a’lam.